Mathews74diaz's website

Our website

30
Ap
Belajar Melakukan Prediksi di Dalam Pertandingan Bola
30.04.2018 03:43


Ketika menonton sayembara sepakbola dalam layar sebelah hadapan kita terkadang disajikan kesibukan tebak skor yang dikerjakan para empu. Walau memikat, saya tidak percaya tebak skor ialah sesuatu yang seharusnya dijalani.

Kalau sepadan untuk fun and games bolehlah, tetapi tentu gak perlu dianggap serius sebab tidak ada dasar logika yang cukup untuk menebak skor akhir sebuah pertandingan.

Eksentrik dengan menebak siapa tim yang mau menang -- atau bahwa pertandingan hendak berakhir dengan seri. Menebas seperti itu natural saja dilakukan, walau di akhirnya globe itu buntar sehingga pemenang pun kadang kala kali salah diprediksi. Apa sebab? Karena tersedia tata caranya. Ada logikanya. Ada "di atas kertasnya".

Melalui tulisan ini beta akan kirimkan beberapa trik membuat dugaan yang tertentu. Bukan menandakan saya terus-menerus benar di memprediksi satu pertandingan. Tentu saja tidak, walau dengan terbatas berbangga (sediiiikit saja) beta memiliki rekor kebenaran prediksi yang sedang tinggi: pada umumnya 3 dari 4 perkiraan saya cocok kenyataan.

Dua bulan pra terjadi, beta memprediksi akan terjadi All German pucuk di Liga Champions. Pada final, tergolong di depan ribuan warga Surabaya yang membanjiri sebuah daftar nonton bareng, saya meneka Bayern Munich akan menggulung Borussia Dortmund, dengan skor akhir 2-1, dan Arjen Robben guna penentu kemenangan. Sebelum itu saya juga meyakini kalau Atletico Madrid akan merajin Copa Del Rey. Terakhir, saya memperkirakan Belanda hendak mengalahkan Nusantara dengan skor 3-0.

Yang ingin hamba tekankan disini adalah; antisipasi bisa resmi bisa melenceng, tapi yang penting 1 buah prediksi telak harus mempunyai dasar pikiran atau analisa yang make sense. Tanpa analisa yang benar, sebuah prediksi hanyalah sebuah roll of the dice, sebuah keberuntungan semata.

Dengan analisa yang sahih maka tempat keberuntungan mengecil. Siapa pemenangnya tetap saja tidak bisa diprediksi berdasar pada 100%, apalagi prediksi hal skor akhir. Akan tetapi, presentase kemungkinan kesaksamaan prediksi meningkat tajam.

Aku ajak Kamu untuk menyelidik beberapa prediksi terakhir aku guna menjabarkan beberapa sendi penting yang saya serius akan produktif bagi Engkau saat mengira memprediksi perbandingan.

Di antara dugaan yang beta sebut di atas, kejituan soal Atletico saya akui beruntung [karena tendangan Real Madrid berkali-kali hal mistar tiang Atletico]. Walaupun demikian terdapat logika pada belakang prediksi tersebut: Atletico juara walaupun Real Madrid jauh lebih berkualitas. Perangkat masa memberitakan ketidakrukunan pemain Madrid beserta pelatihnya, Jose Mourinho, serta bahkan ketidakrukunan di antara tokoh sendiri.

Dari media asing saya mendapat kabar jika Ronaldo dan Mourinho pun tidak sepaham (berita hal hal ini baru merembes di Indonesia beberapa ruang lalu). Sebagai pelatih beta paham sah arti kesyahduan tim di dalam dan di luar lokasi dan dampaknya bagi prestasi tim. Sesuatu ini ditambah faktor Falcao yang sedang on fire, yang menciptakan saya degil memilih Atletico sebagai pemenang.

Tips antisipasi 1: Pertimbangkan suasana di dalam tim, bahkan saat 1 buah turnamen berlanjur di mana pemain pantas terus bertepatan tanpa dapat menghindari rekan-rekannya.

Tip bayangan 2: Pertimbangkan kemonceran striker. Saat turnamen berlangsung ataupun saat perbandingan cup, kemonceran striker demikian menentukan. Ketika pertandingan persatuan kualitas jangka panjang striker menentukan (bukan kemonceran sesaat), beserta semata elemen menjulang lainnya. Ketika laga cup/turnamen kemonceran striker lebih menentukan, walau konsistensi keseluruhan menjimbit juga mesti dipertimbangkan.

Ketika memprediksi kemajuan Belanda 3-0 atas Nusantara saya melawan hati nurani. Dengan subjektif saya membela Nusantara tentunya. Akan tetapi, saat menggunakan kacamata dinamakan objektivitas, aku semua tentu setuju kalau Belanda suntuk di buat Indonesia. Dan kemudian mengapa bukan memprediksi skor akhir yang lebih mencolok? Pertimbangannya, Belanda tidak akan teralu bersemangat berbeda dengan Indonesia mau bermain sesak gairah, maka itu akan bisa mereduksi pertikaian kualitas. Maka, skor sedikit atau buntal bisa pula diprediksi dengan sound logic -- namun kebenaran skor akhir yang spesifik, yaitu 3-0, merupakan keberuntungan semata.

Tips perkiraan 3: Hindari membela satu buah tim ketika membuat antisipasi. Kita piawai selalu berjanji tim kesayangan kita unggul, tapi saat membuat dugaan tentu pikiran harus diutamakan di atas fanatisme membenang.

Saya tersenyum saat menafsirkan di satu buah media masa tentang persamaan-persamaan final Perkongsian Champions tahun ini beserta tahun 1997 saat Dortmund menjadi juara terakhir kolam. Banyak pembaca saya serius terpancing untuk memprediksi kontrol Dortmund berdasarkan fakta-fakta ini. Mereka terbalik bahwa fakta-fakta tersebut menarik dan benar2 benar adanya, namun bukan memiliki kolerasi apapun secara pertandingan pucuk Liga Champions kali ini. Menghubung-hubungkan sebuah bukti dengan fakta yang lain ialah salah satu contoh dari sekian banyak siasat fallacy of logic.

Tips prediksi 4: Jangan terperosok para wartawan yang seringkali mengungkapkan hal-hal yang karakternya sebatas entertainment (menarik), akan tetapi dijual seakan akan gesit menjadi landasan membuat 1 buah prediksi perbandingan.

Dalam tulisan yang sama statistik pertandingan rumpang Dortmund vs Bayern pun dimunculkan sampai bertahun-tahun kincit. http://888bola.net/ Karena histori statistik Dortmund memang mulia saat menggulung Bayern, besar yang kemudian menilai BVB akan mampu mengalahkan Bayern di kesimpulan Eropa. Hal ini jahat. Mengapa? Karena statistik zaman "Hindia Belanda" tidak ada hubungannya dengan masa kini. Statistik asal musim pula biar tidak sanggup dengan rambang menjadi tolok ukur. Perkembangan kedua tim semenjak pertemuan ujung perlu dipertimbangkan.

Tips prediksi 5: Manfaatkan statistik terkini. Artinya, fokuskan perhatian Anda pada statistik pertandingan antara kedua kru yang paling dekat dengan saat ini. Kecuali itu pertimbangkan pula skor pertandingan (menang/seri/kalah) dan prestasi permainan (impresif/beruntung/naik-turun/dll. ) kedua tim berdasar pada keseluruhan (melawan siapa saja), untuk masa akhir-akhir ini aja.

Karena dugaan saya sering saya munculkan di twitter (@coachtimo), banyak pihak minta saya menjangka berbagai pertandingan lainnya. Mayoritas saya abaikan atau hamba tolak beserta alasan sedikit paham hal kekuatan kedua tim. Alasan saya itu senafas secara tips perkiraan berikut.

Trik prediksi 6: Jangan bertahu-tahu. Hindari mencoba-coba membuat antisipasi tanpa dilatar belakangi laporan dan wawasan yang elok mengenai tim atau perhubungan tersebut. Kalau bukan pakarnya English Premiere League, contohnya, hindari membuat prediksi mengenai MU vs Chelsea. Kalian mustahil sebagai pakar mengenai semua perkongsian yang terdapat. Akui pula.

Tips prediksi 7: Kita juga bukan seharusnya memprediksi setiap pertentangan. Ada waktunya pertandingan luar biasa sulit diprediksi. Analisa Dikau deadlock. Prosentase kemenangan untuk kedua menyunggi menurut Dikau 50-50. Lamun sudah begitu tahan diri, hindari mengempa diri memproduksi prediksi. Secara demikian prosentase kejituan dugaan anda bakal meningkat.

Tetap banyak saran lainnya yang bisa serta patut dimanfaatkan dalam membuat sebuah dugaan yang berkelas. Karena keterbatasan tempat aku berhenti mencapai berbatas di sini dulu.

Ingat: satu buah prediksi yang berkelas bukan melulu ditentukan oleh kebenaran prediksi tersebut. Sebuah antisipasi yang berkelas, baik benar maupun khilaf, seharusnya dinilai dari reason atau poin analisa yang ada dalam belakangnya.

Comments


Free website powered by Beep.com
 
The responsible person for the content of this web site is solely
the webmaster of this website, approachable via this form!